Universitas Terbuka Perkuat Literasi Kebangsaan Anak Pekerja Migran Indonesia di Sabah, Malaysia

Universitas Terbuka Perkuat Literasi Kebangsaan Anak Pekerja Migran Indonesia di Sabah, Malaysia

Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan lintas batas melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang menyasar komunitas anak pekerja migran Indonesia di Sabah, Malaysia. Program bertajuk “Giving Hope Beyond Borders: Empowering Educators for the National Literacy of Migrant Workers’ Children in Sabah–Malaysia” ini berfokus pada peningkatan literasi kebangsaan melalui pemberdayaan guru-guru Community Learning Center (CLC). 

Kegiatan PkM dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak pekerja migran Indonesia, seperti keterbatasan akses pendidikan formal, minimnya sarana belajar, serta kuatnya pengaruh budaya dan bahasa negara setempat yang berpotensi melemahkan pemahaman identitas kebangsaan. Melalui program ini, UT berupaya menghadirkan solusi strategis berbasis pendidikan kontekstual dan bernilai nasionalisme. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan daring yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025, mengusung tema “Pelatihan Literasi Kebangsaan Berbasis Proyek.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., Guru Besar FKIP Universitas Terbuka, serta Hapsari Satya Lestari, S.S. dari Lab Sari Swara Tamansiswa. Pelatihan diikuti oleh ratusan guru CLC dari berbagai wilayah di Sabah dan menitikberatkan pada penguatan nilai kebangsaan melalui pendekatan pembelajaran inovatif seperti storytelling, proyek kreatif, seni budaya, dan pembelajaran kontekstual. 

Selanjutnya, kegiatan luring dilaksanakan pada 8–10 Agustus 2025 bertempat di KRI Tawau. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus guru bina dan guru pamong CLC, serta melibatkan kolaborasi antara Universitas Terbuka, Universiti Malaysia Sabah (UMS), dan mitra setempat. Selain sesi pelatihan tatap muka, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai, lomba video bertema nasionalisme, serta lomba cipta puisi cinta tanah air yang melibatkan siswa CLC. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Indonesia melalui ekspresi seni dan budaya. 

Pada kesempatan yang sama, Tim PkM Universitas Terbuka juga menyerahkan berbagai hibah pendidikan, antara lain baju adat Indonesia untuk anak-anak, buku bacaan literasi kebangsaan, media pembelajaran kreatif, alat permainan tradisional, serta alat musik nusantara. Hibah ini diharapkan dapat memperkaya sumber belajar sekaligus memperkuat atmosfer pendidikan yang beridentitas Indonesia di lingkungan CLC. 

Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran berbasis nilai kebangsaan, meningkatnya motivasi belajar siswa, serta terbangunnya jejaring kolaborasi lintas CLC dan lembaga pendidikan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis nilai kebangsaan dapat berperan sebagai sarana transformatif dalam menjembatani kesenjangan literasi dan identitas di wilayah perbatasan. 

Melalui PkM Internasional ini, Universitas Terbuka tidak hanya berkontribusi pada penguatan kualitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat kebangsaan bagi generasi muda Indonesia di luar negeri, sekaligus membuka peluang replikasi program serupa di kawasan migran lainnya. 

https://youtu.be/3W64Ox162kE (link bukti)

Admin Dibaca 61 kali