Lahad Datu, Sabah, Malaysia — Universitas Terbuka (UT) Indonesia kembali melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional berupa Teacherpreneur Program yang ditujukan bagi para guru di Community Learning Center (CLC) FGV Sahabat, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang guru yang mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan semangat (iltizam), keterampilan mengajar, dan kemampuan pengembangan diri di lingkungan pendidikan yang menantang.
Program Teacherpreneur merupakan hasil kerja sama UT dengan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Universiti Malaysia Sabah (UMS), dan Universitas Mercu Buana (UMB) sebagai mitra kolaboratif. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) melalui Program EQUITY, menunjukan komitmen UT dalam mendukung inovasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian.
Dalam kegiatan tersebut, UT menghadirkan tim pemateri dan moderator dari berbagai fakultas UT. Prodi Pendidikan Ekonomi ikut berpartisipasi sebagai pemateri dan fasilitator. Keterlibatan prodi Pendidikan Ekonomi memperkaya materi pelatihan, terutama pada aspek pengembangan jiwa kewirausahaan bagi guru (teacherpreneur), yang merupakan pendekatan penting untuk memperluas peran guru tidak hanya sebagai pendidik di kelas tetapi juga sebagai penggerak inovasi di komunitas.
Selama pelaksanaan, para peserta mendapatkan bimbingan dalam menciptakan dan mengembangkan identitas profesional yang kuat serta merancang pendekatan pengajaran yang kreatif dan relevan dengan tantangan abad 21. Program yang bertemakan “Cultivating the Entrepreneurial Spirit of Teachers Through Teacherpreneur Program” ini juga mendorong para guru untuk mempertimbangkan peluang ekonomi melalui pengintegrasian prinsip kewirausahaan dalam praktik pendidikan.
Selain materi inti, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa UT di luar negeri sebagai pendukung pelaksanaan serta sesi interaktif bagi peserta. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan Teacherpreneur Program tidak hanya meningkatkan kapasitas profesional para guru, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pendidik yang lebih adaptif, inovatif, serta berdaya saing tinggi di tingkat global.